ada satu quote yang bagus dari kartunis argentina, Maitena
“Women are not all the same, but the same things happen to us”
Pernah kah anda para wanita di luar sana merasa patah hati, putus asa, tidak bersemangat karena ditimpa kemalangan, diputusin pacar, cinta bertepuk sebelah tangan, atau hal2 yang menyedihkan untuk diratapi?
Tentu saja! Setiap wanita pasti pernah mengalami ini. Dan saya pribadi pun mengalami dan menjadi saksi hidup mereka yang mengalami hal serupa. Saat ini saya bisa tertawa lebar bila ingat mantan pacar meninggalkan saya begitu saja untuk bersama wanita lain. Tapi pada saat itu, tentu saja… seperti gadis yang rapuh saya menangis di malam hari memutar lagu2 sedih dan membayangkan wajahnya dan membayangkan kata2 manis (*yang pastinya bullsh*T) yang keluar dari mulutnya yang saya pikir tulus dan hanya untuk saya. Atau masa2 lalu, menangis karena ada orang yang berbuat “jahat”, dan berkata yang tidak2 di belakang saya.
Bukan hanya saya tentu nya. Ada beberapa gadis disana menyukai seorang pria dan tidak mendapat balasan yang sama. Atau menjalin hubungan dengan seorang pria selama bertahun2 dan akhirnya dicampakkan untuk mengejar wanita lain. Dan mungkin saja mereka melakukan yang akan saya lakukan : memutar lagu2 sedih, mengenang masa2 menyenangkan bersama, mengingat kata2 manis yang keluar dr mulut mereka, dan kemudian meratapi nasib untuk beberapa lama.
Jelas sekali, tidak ada seorang pun yang berhak menerima cinta kita bila mereka tidak bisa menghargai, menerima kita, dan membalas hal yang sama seperti yang kita lakukan. Yaa… pria2 di luar sana masih banyak dan diri anda terlalu berharga untuk terkungkung dalam kesedihan.
Sebenarnya, saya sendiri putus cinta bukanlah masalah yang terlalu besar untuk dipikirkan. Selama ini saya mungkin belum mengalami jatuh cinta yang sebenarnya dan rela mati jika ditinggal si pria. Karena umur masih muda, masih terpampang banyak kesempatan untuk diraih. So… kenapa enggak raih semua itu dan tunjukkan pada mereka yang telah meninggalkan anda bahwa anda berharga.
Namun, saya mendapat pelajaran berharga untuk dikaji ulang. Jika seorang wanita menjalin suatu hubungan dengan seorang pria selama beberapa tahun… dan merencanakan untuk membangun kehidupan rumah tangga bersama, saling mengenal keluarga masing2… bukankah akan lebih menyakitkan jika si pria meninggalkannya?.. Ya, saya sendiri menjadi saksi dan ingin membagi ini. Suliat memang melupakan kenangan2 yang terekam selama beberapa tahun bersama. Kata2 yang terangkai dalam mimpi membangun suatu ikatan yang suci. Namun di hempas begitu saja dan menjadi puing2 yang tak berbentuk lagi.
Yah… cerita ini dialami oleh Elly, ya… sebut saja demikian. Berpacaran dengan pria yang sama selama 9 tahun dan bertunangan setelah 5 tahun berpacaran tentu saja banyak yang terjadi pada mereka. Sementara Elly bekerja di Belanda, Adit meneruskan S2 nya di Inggris. Hubungan cinta kasih ini pun tidak bertaut pada 2 hati lagi, tapi menautkan 2 keluarga. Keluarga Adit dan Elly sudah merencanakan hari bahagia itu, namun… beberapa bulan setelah pertemuan keluarga ini, Adit mulai merubah sikapnya, dingin, cuek dan gak mau bicara banyak. Apakah yang terjadi? Apa ada wanita lain di ujung dunia sana yang bersangkar di hatinya? Kenapa dia berubah, dia bukan seperti Adit! Yaa.. demikianlah pikiran2 yang berkecamuk pada diri Elly. Sampai suatu malam… Elly tidak tahan akan sikap dingin Adit dan memutuskan meminta kejelasan.
“Kenapa sih kamu seperti ini, lagi banyak kerjaan yah?” ujar Elly setelah mendengar jawaban Adit yang gak terlalu antusias.
“Iya. Gw lg banyak kerjaan” sahut Adit dingin
“Kamu gak suka aku telfon? Kenapa akhir2 ini kamu dingin Dit? Aku salah apa?”
“Gak ada yang salah. Gw Cuma capek. Lagi banyak kerjaan. That’s all.”
“Kenapa sih? Gak biasa2 nya kamu begini. Dingin, Cuek, Jutek. Seperti bukan kamu. Apa yang salah? Apa salah aku???” Elly meracau terbakar emosi.
“Bukan. Gak ada yang salah… gw rasa gw ilfil ama kamu”
“APA???!!!” lengking Elly tak percaya.
“Yaa.. gw kayaqnya udah gak ada greget lagi ama kamu Ly”
“Dit… kamu ngomong apa sih? Kamu becanda kan?? Gak mungkin… baru beberapa bulan yang lalu kita ketemu, baru beberapa bulan yang lalu orang tua kita ketemu. Jangan begini Dit, Please…”
“Yaa… gw udah memikirkan ini Ly, gw gak bisa sama2 kamu kalo gw ngerasa udah gak ada rasa. Gw ama kamu tuh udah kayaq temen ajah. Mgkn kita terlalu lama pacaran kali yah. 9 tahun.. yaa… mungkin gw terlalu tau kamu. Sampe gw gak bisa ngerasain apa2 lagi”
“Maksud kamu apa? Ini bukan Adit! Pasti ada cewe lain kan??? Jawab Dit!! Jawab!!!”
“Gak ada. Ini murni apa yang gw rasain. Bukan karena cewe lain. Udahlah Ly, kita gak bisa jd satu, gw gak mau punya perkawinan yang berantakan gara2 gw memaksakan kehendak”
“…” Elly terdiam dan terisak…
“Kamu adalah cewek yang paling baik yang gw kenal, ama kamu i’ve turned from the ugly duckling into a beautiful swan. Kamu yang mengajarkan aku semuanya, kamu yang memberikan apa yang gak pernah gw dapetin sebelumnya. Gw bahagia sama kamu Ly.. tapi… gw butuh rasa cinta, yang menggelora untuk membangun rumah tangga. Dan itu gak gw rasain ama kamu skrg. Kamu adalah wanita yang terbaik yang pernah gw kenal, pasti kamu akan mendapatkan yang terbaik.” Suara Adit melemah dan simpatik
“…” Elly terdiam dan berhenti menangis…
akhirnya Elly pun bersuara “Kalau memang kamu benar2 merasa aku adalah cewek terbaik untuk kamu, kenapa kamu tinggalkan aku. Iya, aku rasa memang sudah tidak ada rasa, bahkan tidak ada rasa kasihan dan terimakasih untuk aku. Hehe… Lucu memang Dit, dulu kamu mengejar2 aku sampai di jogja untuk melamar aku. Kamu mengejar2 aku sampai ke depan rumah orang tua aku untuk meminta aku. Lucu kalo aku tau bakal begini akhirnya. Yah.. mgkn memang kita gak berjodoh yaa Dit. Aku cuman memikirkan bagaimana sakit nya hati orang tua aku, 9 tahun… yaa.. 9 tahun bukan waktu yang sebentar. Dan ternyata berakhir seperti ini.”
“Orang tua kamu pasti bisa mengerti Ly, mereka juga gak mau kalo kita menikah dan akhirnya akan bercerai juga. Begini lebih baik” balas Adit tak berperasaan.
“hmm… Kamu inget gak, dulu… saat kita kuliah dan kita belajar bersama? ”
“ya.. kamu yang selalu mengajari aku. Kamu bahkan membantu aku mengerjakan tugas akhir.” ujar Adit lirih
“iyah. Aku mau nilai kamu sebagus nilai aku, karena aku tau kamu hanya pemalas yang tidak mau belajar.. tapi sebenernya kamu itu pinter dan pasti jd orang yang sukses. Hmm.. Dan kamu inget gak, dulu… saat2 kita tour keliling europe? Kita bahagia sekali, bahkan aku berfikir akan kesana lagi dengan kamu suatu saat nanti… tapi kayaqnya itu skrg gak mungkin” suara Elly datar tapi mantap
“Elly… maafin gw…”
“Gak. Gak perlu Dit” Elly memotong. “Semua sudah terjadi. Yah… mungkin kita memang belum berjodoh. Aku percaya bahwa aku bisa menemukan seseorang yang terbaik suatu saat nanti.. dan semoga saja kamu bahagia dengan orang yang baru” ujar Elly mantap.
“Gak. Gak ada orang baru” Adit mengelak
“Ya.. mungkin, tapi pasti akan ada…”
“ah… maafin gw Ly…”
“Sudahlah Dit, besok aku mau kerja… udah malem… aku harus tidur… well… semoga kamu bahagia. Bye…”
“tapi Ly..”
Elly menutup telfon dan seperti semua wanita mengalaminya bila putus cinta. Ia menangis sesenggukan sampai mata bengkak.. segala memori masa lalu seakan automatically rewinded di kepala nya… gak ada yang bisa ia lakukan selain menangis… diam untuk beberapa waktu dan menangis lagi.. ketika waktu menjelang subuh Elly memutuskan untuk membagi penderitaan dengan ibu nya tercinta, ia menekan phone details bertuliskan “mamah” dan…
*nada sambung terdengar…
“Halo… mamah…” suara tangisnya pun pecah kembali…
Demikian lah ilustrasi kejadian yang bisa saya gambarkan. Dan perlu diketahui, kisah diatas adalah nyata, dengan nama2 tokoh yang disamarkan.
Seperti yang anda baca diatas, langkah yang Elly ambil untuk menghubungi orang yang ia kasihi dan mengasihinya adalah benar. Setelah kita merasa diri kita tidak aman, tidak lagi nyaman. Yang harus kita lakukan adalah: Ceritakan hal2 yang membuncah di otak dan hati kita, luapkan rasa sedih dan marah sewajarnya, berkumpullah dengan orang2 yang mencintai kita (papa, mama, adik2, kakak, teman2, cs…) jangan biarkan otak kita kosong, isilah hari2 kita dengan lebih menyibukkan diri untuk kegiatan2 yang berarti, dan yang terpenting… keluar… bertemu orang baru… lakukan hal2 yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, lakukan hal2 yang membuat kita merasa bahagia, aman dan nyaman.
Kalau Elly saja bisa kenapa anda tidak???
PS. Elly sekarang sudah menemukan orang baru, di usianya yang kepala 3… sudah 2 taun sejak putus dr Adit, dan Elly enjoy saja tuh… hidup ini sudah susah, buat apa dibuat lebih susah???
terlalu banyak hal yang menantang dan menghadang kita didepan, daripada menghabiskan waktu meratapi diri, mending juga bangkit dan menemukan “anda yang baru”!!!

15 comments
Comments feed for this article
January 30, 2007 at 7:34 am
zuber
hmmm cerita yang bagus,
emang susah kalo sesuatu yang berhubungan dengan cinta
ribuan novel dan buku
jutaan syair dan lagu
bahkan milyaran kisah nyata tentang cinta
tidak bisa mengungkapkan jati diri cinta dengan berbagai rasa
sedih dan bahagia…
January 30, 2007 at 7:53 am
andy
mudah ditebak dan terlalu chauvinis
January 30, 2007 at 8:00 am
ummy
@zuber: cinta kadang bisa menyesatkan
@andy: i’ll try to be better next time!
January 30, 2007 at 4:14 pm
gina
I think I recognise the girl in the story. Am I right or am I right?
First of all, I don’t really get the title.
Second of all, isi cerita menarik. Sayang pembawaannya masih kurang lugas (atawa memang dibikin gak lugas?)
“Hidup ini sudah susah, buat apa dibuat lebih susah?” Pengen ketawa aja baca bagian ini. Soalnya tanteku pernah ngomong exactly the same sentence.
Cheers!
January 30, 2007 at 7:47 pm
ummy
dear gina,
thanks for comment yo. U’re right. it is her. may be its just me to be clumsy to write it. read the next title soon will you, hope that it much be better from this.
January 30, 2007 at 10:58 pm
sandynata
ceritanya panjang… komen dulu aja dah!
January 31, 2007 at 3:50 am
Ekky
Well,… i read this slowly,… line by line… Kali kisah yg jauh lebih menyedihkan bisa saja pernah dialami oleh orang lain… Hmm yang namanya hidup (walaupun tidak berharap), akan banyak sekali gejolak dan gelombang. “menikmati” adalah hal yang susah dilakukan, walaupun gampang dikatakan.
Ketika badai itu telah berlalu darimu, kamu akan tahu how big your life achievement is… The past and also its pain will be a catalyst for us to be much better (if we could learn from that) and mature in some extent.
“live your best life”… kata2 Oprah yang selalu membuat bulu kuduk berdiri. Hidup yg pendek ini hanya one-way ticket buat kita… Sudahkah kita banyak berbuat untuk hidup ini? hmmm mungkin saya pun akan menjawab: Masih banyak banget yg bisa kukerjakan dari sekedar meratapi nasib dan masa lalu. NO WAY GIRL! Soooooo?????? Hidup adalah kesempatan dan Kebahagiaan adalah pilihan. Apakah kesempatan itu akan kamu jalani dengan pilihan-pilihan-mu???
Hmmmmm……
January 31, 2007 at 3:55 am
Ekky
D, kayaknya gak perlu pake percakapannya deh. Terasa lebih dramatis, kalo pake gaya cerita DIA. And perhaps u have to be more focus on the theme of this article. Di akhir, kerasa ada kejanggalan sedikit,… kali agak keluar dari tema dikit yah… Mungkin harus ada 1 paragraph lagi yang nyambungin dng alenia akhirnya, agar terkesan cerita tidak terpotong.
Well gitu deh… but nice theme!
February 3, 2007 at 11:32 pm
ummy
hihihi.. iyah… terimakasih banyak atas sarannya kak
February 5, 2007 at 11:39 am
isna
ooo jadi ini ya kisahnya…. I see..
February 21, 2007 at 1:06 pm
firza
biar lebih asik, gimana kalo dikembangin lagi jadi cerita yang lebih panjang. tentunya biar ga berasa terburu-buru dalam bercerita.
kayaknya kamu pas ya jadi psikolog. hohohoho…
February 21, 2007 at 11:56 pm
ummy
uhuh… memang sih, setelah dibaca lagi ko sepertinya terburu2 selesai…
February 24, 2007 at 4:07 pm
pak emon
lho my kok gak ada inisial Y.A. dan N.A.P dalam ceritanya, terutama masa-masa di sekolah menengah umum, masak berlalu begitu aja ?
June 8, 2007 at 4:40 am
slackie-x
wew
Cinta adalah cerita … jika kamu punya cerita berarti kamu punya cinta …
cintailah cinta seperti kamu menulis cerita ini …
July 1, 2007 at 1:14 pm
chiket
“………Seperti yang anda baca diatas, langkah yang Elly ambil untuk menghubungi orang yang ia kasihi dan mengasihinya adalah benar. Setelah kita merasa diri kita tidak aman, tidak lagi nyaman. Yang harus kita lakukan adalah: Ceritakan hal2 yang membuncah di otak dan hati kita, luapkan rasa sedih dan marah sewajarnya, berkumpullah dengan orang2 yang mencintai kita (papa, mama, adik2, kakak, teman2, cs…) jangan biarkan otak kita kosong, isilah hari2 kita dengan lebih menyibukkan diri untuk kegiatan2 yang berarti, dan yang terpenting… keluar… bertemu orang baru… lakukan hal2 yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, lakukan hal2 yang membuat kita merasa bahagia, aman dan nyaman.”
—
he..he..saia liat disini tetep tidak memberikan sbuah solusi yang sempurna.meluapkan kesedihan,kemarahan,ketakutan,kecemasan dan laennya bukanlah solusi dari sumber permasalahan.itu hanya akan mengalihkan perhatian pada permasalahan yg sebenarnya.memang cukup meredakan..tapi cuma temporer..
ada yang kurang,he..he..apa coba?adalah penyebab awal dari penderitaan itu sendiri..’rasa’(disingung ditengah2 cerita kan?).mengapa tidak ada pertanyaan didalam diri ‘mengapa saia begitu terlekat/terikat/tergantung pada rasa/perasaan?’.begitu cacatnya ‘cinta’ jika diasumsikan hal itu adalah ‘rasa’,kadang tinggi,kadang rendah,ada saat2 menggelora,ada saat2 bete, ah itu bukan ‘cinta’,cuma ‘rasa’(menurutku).jika hanya mengandalkan curhat ke orang laen,tanpa menganalisa diri sendiri,setiap orang tetap akan berpotensi mengalami penderitaan oleh problem yang sama untuk yang kedua kali,ketiga kali,…tak terhingga(what a damn).bahkan parahnya bisa jadi ‘obsessive compulsive’ ha..ha.. adalah sangat penting (bahkan saia menganggap ini adalah yang paling utama yang harus dilakukan semua manusia..wa..ha..ha..) yaitu menyelami diri sendiri,menganalisa mental diri,mempelajari psikisnya diri sendiri.orang bijak bilang ‘untuk mencapai kebahagian sempurna,seseorang harus mengenal dirinya sendiri’.ketika kondisi lingkungan diluar tidak sesuai dengan yang diinginkan,beberapa orang punya kecenderungan membangkitkan kondisi mental yg chaos di dalam diri,sehingga lahirlah ketakutan,kecemasan,keraguan,kesedihan,ketidakpuasan,dll.tapi ada juga yang tetap stabil mentalnya,tak terpengaruh lingkungan,koq bisa gitu?soalnya orang2 seperti ini punya sesuatu yang mungkin belum dmiliki oleh orang lain,yaitu ‘pure consciousnes’ kesadaran yang murni.apa itu?adalah jika tanpa lingkungan,kamu bisa bilang bahwa ’saia ada’.(gimana ya..susah jelasinnya he..he..) contohnya gini:melamun adalah kondisi tingginya/banyaknya ‘pikiran’dan rendahnya ‘kesadaran’,jadi saat melamun itu keliru jika orang menyebutnya ‘pikiran’ sedang kosong,’kesadaran’lah yang tidak hadir(jadi bukan ‘jangan biarkan otak kita kosong’ ha..ha..whts that mean?).semakin tinggi tingkat ‘kesadaran’ semakin mampu kita menghadapi segala problematika hidup bukan cuma hubungan percintaan aja(cape de ha..ha..).trus gimana dengan mengalihkan perhatian?menyibukkan diri agar tidak kepikiran dengan problemnya hanya akan menunda tatap muka dengan sumber problemnya.bisa jadi saat menjumpainya dikemudian hari mungkin bisa jadi supermassive black hole.wujudkan tingkat ‘kesadaran’ yang tinggi,hadapi permasalahan saat itu juga sampai tuntas.pasti plong deh
lalu mengapa & apa pentingnya ‘kesadaran’ini?dengan ‘kesadaran’ inilah kita bisa mengerti arti ‘kebahagiaan’.'kesadaran’lah yang menemukan ‘kebahagiaan’.'kesadaran’ itulah subjek,objek dan omnijek dari metamorfosa manusia menuju kesempurnaan…kebahagiaan….
‘kesadaran’ itu sendirilah ‘kebahagiaan’.tanpa hadirnya ‘kesadaran’ setiap orang masih punya potensi yang besar mengalami dualitas penderitaan,yaitu suka/kesenangan dan duka/kesedihan (banyak orang bilang itu roda kehidupan).sebab adalah ilusi jika menganggap kesenangan adalah ‘kebahagiaan’,kesenangan cuma kesedihan yang tertunda.kesenangan bukan ‘kebahagiaan’ apalagi kesedihan.’kebahagiaan’ melampaui keduanya. sempurna
waduhh..kebanyakan komennya..yossh gambatte kudasai!!!